Ketika menginginkan sebuah rumah(arto)

Ketika menginginkan sebuah rumah

Bismillah…

Alloh memberi apa yang kau harapkan lebih dari yang kau butuhkan

Tak terasa sudah lima tahun lebih aku menikah dengan Rosmina, walau pun belum juga di karuniai riski berupa keturunan kami tetap berdo’a dan berusaha sesuai dengan kadar kemampuan kami agar segera dikaruniai anak-anak yang soleh, selagi menunggu terkabulkannya do’a tersebut kali ini aku punya cita-cita lain yaitu aku ingin memiliki tempat bernaung (mudah-mudahan setelah itu dikaruniai keturunan. Amin) yang milik kami bersama ya.. sebuah rumah mungil di kampung sana tak usah besar tak usah mewah pun kami sudah sangat bersukur padamu ya Robb.

Sebagai anak yang masih punya orang tua tentu saja kami berkonsultasi terlebih dahulu dengan orang tua kami mengenai keinginan dan rencana kami(awal Oktober 2009 istriku pulang untuk itu), lebih dari yang kami harapkan ternyata respon orang tua kami begitu menyenakan dan menggembirakan. Orang tuaku bersedia menanggung kayu yang dibutuhkan dan mertuaku berjanji menyediakan batu bata secukupnya ( kebetulan emang pembuat batu bata) dan kaka iparku pun berniat membantu sisi yang lain demikian, tapi dengan syarat rumah kami tak sekecil yang kami rencanakan ( kami memang merencanakan sekitar 5 X 7 M).

Akhirnya bulan oktober 2009,di mulailah pemasangan batu untuk pondasi rumah kami, 31 Oktober 2009 aku pulang kampung selain untuk bersilaturahmi ( lebaran aku tidak pulang) juga pingin melihat pondasi yang katanya sudah selesai, pondasi ini berdiri tepat di sebelah rumah mertuaku di tanah yang kami cicil beberap tahun yang lalu, melihat ukuranya memang lebih besar dari yang aku rencanakan apalagi bentuknya L, selain senang tapi juga khawatir soalnya aku memang tidak banyak menganggarkan uang untuk pembangunan rumahku itu, aku memang mempunyai beberapa rencana lain jadi untuk rumah aku tidak menganggarkan banyak selain itu memang tidak punya cukup banyak tapi dengan bismillah .. Dan bantuan orang-orang tercinta mudah-mudahan pembanguannya lancar.

Bulan maret 2010 istriku pulang untuk mengikuti sekaligus tanda apresiasi kami akan keberhasilinya menyelesekan Studi S1-nya wisuda kakanya(riyadi) di UNSOED Purwokerto, dari sana dapat kabar bahwa beberapa bulan lagi pembangunan rumah akan di lanjutkan sampai selesai-insya Alloh.

Foto Wisuda Riyadi & family

Foto 23 maret 2010 masih Pondasi

Dari kabar yang terima awal Mei 2010 Rumah mulai dipasang batu bata, ah aku jadi penasaran kepengin lihat kepengin bantuin tenaga (ye… kan kerja) pengin ketemu orang tua dan saudara-saudara ah….penasaran.

Foto rumah diambil tanggal 06.05.10

12 mei 2010 kebetulan libur sehingga aku pulang kembali untuk melihat bakal rumah kami dan emmm… kelihatan besar lebih besar dari perkiraanku ada 3 kamar tidur, satu ruang tamu, satu ruang santai dan 2 buah kamar mandi. Kebetulan batu bata telah selesai di pasang sehinggga aku bisa mengetahui bentuk ruang-rang yang ada selain itu bapa mertuaku juga mendampingiku dan menunjukannya padaku.

Foto rumah tanggal 12 Mei 2010 ketika aku pulang kampung

Dengan dana yang ada sedari awal aku memang baru merencanakan pasang batubata, atap, pintu dan jendela sementara untuk menembok dan lantai nanti lah menyusul, sedang orang tua pingin selesai semuanya, ya sudah… di bikin enak kenapa mesti repot.

Untuk semua yang telah kami capai tentu kami memanjatkan puji syukur kehadirat-Mu Robb ku Alloh S.W.T., kami juga ucapakan terimakasih sekaligus minta maaf kepada orang tua kami yang telah dan masih kami repotkan dengan urusan kami, juga saudara-saudara kami yang telah membantu dan mendoakan kami, mudah-mudahan Alloh membalas dengan yang lebih baik lagi. Arto

Pantang Menyerah

Tanggal 05 Juni 2010 Istriku menelpon orang tuanya untuk sekedar bersilatu rahmi dan menayakan kabar dan keadaan seperti biasanya, kemudian istriku menceritakan padaku kalau rumah sudah hampir selesai nembok sekalian meng-aci temboknya. Ah.. pantang menyerah sekali mertuaku itu padahal aku sudah berfikir untuk istirahat memikirkan rumah untuk sementara, bukannya tidak bersyukur atau pun bukannya tidak bisa berterima kasih tetapi aku tak ingin memberatkan mereka karena aku sayang mereka betul.

Tanggal 09 Juni 2010, pagi-pagi sekitar jam 5an sepulang jama’ah subuh istriku rosmina pulang kampung, aku hanya bisa mengantarnya sampai terminal bus pulo gadung soalnya hari ini memang aku masuk kerja. Untungnya di bus ketemu beberapa orang yang kebetula tetengga rumah di rawalo jadi lebih tenang hati ini melepasnya, misinya mengobati rasa rindu orang tua dan kakak semata wayang-nya, maklum dah tiga bulan belum bertatap muka meski hampir tiap hari telepon tapi katanya tetap saja beda rasanya.

Ditambah dengan perjalanan tolal 5 hari istriku pulang kampung, kesepian sih tapi untuk apa yang telah mereka berikan pada kami ini memang tak seberapa. Sekali lagi terima kasih ku ucapkan terima kasih pada orang tua kami dan saudara kami yang masih kami bikin repot.

Foto rumah kami Tanggal 12.06.10 Ketika istriku pulang kampung

14 april 201214 April 2012

Peta rumahku di desa rawalo kec. Rawalo kab. banyumas Jawatengah

di ambil dari google map

Selanjutnya ….

Satu Balasan ke Ketika menginginkan sebuah rumah(arto)

  1. sujito berkata:

    umahe apik,aku wingi wruh pas aku bali kmpg.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s