Awas bahaya penyakit Pria “berhati” wanita

Sepenggal kisah seorang teman sebut saja dengan “teman ini”:

Wajah teman ini memang bisa dibilang lumayan ditambah tubuhnya yang bersih banyak gadis-gadis yang mendambakan-nya sebagai pujaan hati. Suatu ketika “teman ini” hatinya sedang gundah gadis yang selama ini menjadi kekasih hati meninggalkan cintanya tanpa alasan yang jelas. saat itu ia inggin mengibur dirinya untuk berusaha melupakan sang gadis dengan pergi ke tempat hiburan malam di kota.

Nasi malang memang sedang setia menemaninya, ketika sampai di pusat keramaian dompet dan isi-isinya hilang enath terjatuh, enatah di ambil orang…..dengan wajah binggung ia duduk termenung ditrotoar depan tempat hiburan yang dituju, ia merenunggi nasibnya yang ia rasa seakan-akan hatinya berkeping-keping. Apa salahku ?…dosa apa yang telah ku perbuat ? ia bertanya-tanya dalam hatinya.

Dalam duduk sedihnya ia tidak sadar ada seseorang dengan pakaean rapi menghampirinya ? sambil menepuk bahu “teman ini” pria itu bertanya dengan ramah “ kenapa duduk sendiri disini de ? apa yang terjadi ? singgat cerita pria tadi mengajak“teman ini” untuk minum dan makan dekat situ. Oh.. ternyata di jaman seperti ini masih saja ada orang sebaik ini pikir “teman ini”. Setelah cukup malam pria tadi memberi “teman ini “ ongkos untuk pulang. Sebelum berpamitan pria tadi memberi kartu nama “ jika lain kali ada masalah, kamu bisa hubungi aku, kali saja aku bisa membantumu kata pria tadi sambil berjabat tangan perpisahan.

Esoknya “teman ini” menghubungi pria yang semalem menolongnya via sms, “teman ini” mengucapkan terima kasih atas segala kebaikan yang telah ia terima kepada bapak penolongnya. Tak dinyana bapak itu membalas sms “ apa malem minggu besok ada acara ?” Tanya bapak itu via SMS. Singkat cerita bertemulah mereka di tempat yang sudah di tentukan. Ada yang bisa saya bantu pa ? Tanya “teman ini” pada laki-laki itu, “Janagn pa dong biar lebih akrab panggil saja om ya…pria itu berkata, mau makan apa ? Timpal peria itu. Singkat cerita pria itu mengajak “temen ini” ke vilanya di daerah y.

Sesampai di vila itu muncul lelaki tua menyambut kedatangan dua orang ini. Siapa dia om..? Tanya temen ini, Oh.. itu tukang bersih..bersih disini, rumahnya juga tak jauh masih disekitar sini, pria itu menerangkan . setelah membuatkan minum lelaki tua itu berpamitan untuk pulang.

Setelah beberapa perckapan pria bercerita tentang istrinya yang sedang diluar kota dan sering keluar kota karena tugas dari kantor tempatnya bekerja, ini membuatnya sering merasa kesepian ketika istrinya di luar kota. Panjang lebar keduanya telibat percakapan ringan yang tak jelas ujungnya, ketika pria itu melihat “teman ini” menguap, akhirnya mempersilahkan pada “teman ini”untuk tidur dahulu di kamar.

Ketika “teman ini” tertidur pria tadi membersihkan diri di kamar mandi. Setelah selesai mandi pria itu mengenakan baju tidur dan masuk kekamar yang sama dimana “temen ini” tidur, sejenak pria itu memandangi tubuh “teman ini’ yang sedang pulas tertidur. Pria itu mendekati dan duduk di pinggir tempat tidur mengelus dahi “teman ini” dengan lembut, hal itu membuat “teman ini” terjaga, Ada apa om ? tanya “teman ini” sambil meneruskan tidurnya kembali, “ Boleh om tidur disini juga ? Tanya pria itu, “ teman ini” hanya mengeser tubuhnya tada setuju kemudian tidur lagi.

Apa yang om lakukan..? “teman ini terjaga ketika merasa ada belaian lembut di tubuhnya. Tidak apa-apa, om hanya kesepian saja..tangannya semakin agresif, maaf in om ya, tapi tolong om ya…, karena merasa tak enak dengan kebaikan pria itu dan kasihan teringat cerita pria itu tadi akhirnya “teman ini” hanya diam saja meski agak takut juga sebenarnya.

Esoknya pria itu mengantar “temen ini’ kerumahnya dengan mobilnya, Turun disini saja om ? “temen ini” meminta diturunkan agak jauh dari rumahnya…kejadian ini berulang kali terjadi sehingga ada perasaan aneh pada “temen ini” bahkan jika ia merasa pusing atau ada masalah ia-lah yang menghubungi pria itu untuk bertemu.

Itu sepengal cerita awal mula penyakit Pria “berhati” wanita ini menular, tentu banyak cerita atau kejadian-kejadian lain yang ujung-ujung nya sama.

Bagi orang tua, atau keluarga berhati-hatilah dengan amanat yang Alloh berikan pada kita jangan sampai kita masuk neraka karena kelalean kita terhadap amanat yang kita terima.

Beberapa hal yang mendukung terjadinya penyakit pria “berhati” wanita ini terkadang dimulai dari hal – hal kecil seperti diantaranya:

1. Ketika kita memberi suatu pada anak sebaiknya diperhatikan pula bentuk dan efeknya.
2. Ketika kita mendandani dan memperlakukan anak.
3. Ketika menonton TV, sebaiknya orang tua tidak egois memilih program acara sebainya dipertimbangkan juga pada mental anak.

Perlu diketahui bahwa penyakit ini menular dan sulit sekali untuk di netralisir kembali. Tanpa keinginan sendiri dari si anak yang telah tertular.

Punya tips yang bisa membantu ?
Silahkan berkomentar….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s