Keluarga Besarku

Kehidupan keduaku dimulai pada tanggal 01 juni 2005, dimana pernikahaan ku di laksanakan

01.06.2008

01.06.2008

Semenjak saat itu aku mempunyai tambahan tanggung jawab yang lumayan besar, selain harus berbagi kasih dan sayang juga harus belajar ngerti perasaan orang yang selama ini tidak dikenal dan harus bersamanya dalam suka maupun duka.

Awalnya memang agak kesulitan, karena aku dan dia dijodohkan oleh orang tua kami jadi bukan lazimnya anak jaman sekarang. selain itu umur kami juga tarpaut cukup jauh ia sembilan tahun lebih muda dari aku, waktu itu aku telah berumur 27 tahun sedang kan iya baru berumur 18 tahun, aku yang telah lama merantau sementara ia baru lulus SMU bahkan waktu pernikaahan kami ia baru selesai ujian Ijasah juga belum di tanga

Tiga hari setelah pernikahaan ia ikut dengan ku ke Jakarta, waktu itu memang agak terburu-buru ke jakarta soalnya teman satu rumahku (yang kebetulan sekampung dengankunamnya Ahmad Faozi) juga akan menikah, jadi berangkatlah kami ke jakarta untuk menghormati upacara pernikahan temanku itu.

Tentu saja Capek… Tapi itulah kehidupan harus saling berbagi dan memiliki.

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –> Perbedaan memang lumayan mengganggu jika tidak bisa menyikapinya dengan bijak, apa lagi jika dimulai dengan ketidak saling mengenalan, Bincang-bincang alias ngobrol merupakan salah satu cara ampuh untuk mengerti dan mengenalinya, asalkan dapat menghindari topic atau masalah yang menyebabkan satu dan yang lainya mempunyai pendapat yang bererbeda atau bertentangan, karena hal ini kadang justru menjadi bumerang ya ini dari pengalaman keseharian pribadiku loh.Degan cara itulah sampai saat ini aku masih bisa dan ingin mempertahankan perkawinanku dengan nya.

Kalau mau cari sisi-sisi jelek/kekurangannya tentu ngga adil kalau kita ngga melihat kejelekan/kekurangan dirikita sendiri, makanya aku sering berpikir bahwa dibalik kekurangan seseorang disanalah kelebihanya. Dalam beberapa kasus ia salah mengerjakan / merespon suatu hal, jika yang kita lihat salahnya yang ada tentu keributan yang akan muncul tetapi jika kita melihatnya dari sisi kebelum tahuan-nya maka akan muncul sikap kebijakan kita untuk memahaminya dan memberitahukan yang seharusnya dilakukannya. Pada saat aku emosi atau kesal dengannya biasanya aku akan diam dan mengalihkan pikiranku tentang kelebihan-kelebihan yang ia miliki seperti kasih sayangnya, kesabarannya mengadapiku, keikhlasanya melayani kebutuhan seksualku, ia yang memasakan untuku dan hal-hal lain yang membuatku menjadi lebih tenang, setelah itu menunggu situasi lebih kondusif untuk membicarakan hal-hal yang membuatku emosi atau kesal.

Ya begitulah sampai saat ini aku masih bisa dan ingin mempertahankan keutuhan rumahtanggaku dengannya.

Meski setelah tahun ke-Tiga ini aku belum dikaruniai keturunan tetapi aku terus berdo’a pada Alloh Robbku dengan penuh harap dan harap. Saat ini aku berpikir positifnya saja Apa yang Alloh Robbku rencanakan untuku dan istriku adalah yang terbaik untuk kami, dan mengisi hari sepi ini(belum ada yang ngrecokin), dengan kesenangan yang tidak kami dapatkan saat sebelum menikah katakanlah Alloh memeberiku kesempatan untuk pacaran setelah menikah. Atau juga Alloh memberi kesempatan kepada kami untuk menabung untuk modal mengurus anak nanti, atau juga memberi kesempatan kami untuk belajar bisa mengurus diri kami dulu, yang jelas kami akan dan harus mensyukuri, menikmati segala anugrah yang telah Alloh berikan kepada kami, kalau kami lalai mohon Engkau memaafkan kami ya Robb, kepada-Mu lah segala urusan akan kembali!

Orang Tua

Ortuku bareng istriku

Ortuku bareng istriku

Kedua orang inilah yang menjadi perantara aku menjejakan kaki ini di muka bumi ini, ya ibuku bernama Calem dan bapaku bernama Sanurdi. Mereka-lah yang telah mengasuh, membibing, membesarkan dan menyayangi kami hingga kini. Segala daya kalian curahkan untuk kami, masih segar ku ingat dikala ku masih kecil bagaimana ibuku dengan sabar menggendoku dikala kumeminta digendongnya, apalagi disaat kusakit perhatianmu, kasih sayangmu….. oh … tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata semua ketulusanmu pada kami. Aku anak terahir dari lima bersaudara yang manja ini mendoakan kalian semoga tetap sehat dan selalu dalam rahmat Alloh, terkabul segala do’a-do’a dan cita-cita baikmu, semoga kami dapat menjadi salah satu anak yang sholeh yang mampu membahagiakan kalian didunia hingga Akherat kelak. Amin

Berjuta kenangan manis telah terukir dimasa yang lalu, akan selalu ku inggat kebaikan kalian sebagai mana bayangan ku mengikutiku, Do’a mu slalu kunantikan untuk menjadi obor yang menerangi jalan kehidupan ku ke depan.

Kakek & Nenek

Inilah wajah-wajah lain yang turut membimbing dan menuntunku setelah kedua orang tuaku. Tak sedikit ajaran-ajarannya yang menjadi prinsip hidupku hingga kini. Walau kini Keyakinan beragama kami masih berbeda kami tetap menghormatimu sebagaimana kami menghormati orang tua kami, aku berharap suatu saat kalian menemukan jalan lurus yang sama dengan keyakinanku.

Saudara Sekandung

Embah Mursidi + sanurdi family

Embah Mursidi + sanurdi family

Wow.. Kalian semua kaka-kakaku yang tersayang yang menjadi panutan adik nakalmu ini, Walau kita masing-masing telah berkeluarga sendiri-sendiri mudah-mudahan tak menjadi penghalang tali kekeluargan yang telah digariskan, Nasehat-menasehati diantara kita semoga dapat menjadi jalan menuju keselamatan.

Kedua Orang Tua Baru

Achmad Rusiwan Family

Achmad Rusiwan Family

Orang-orang mungkin menyebutmu sebagai mertuaku, namun disini aku tidak menganggap kalian sekedar mertua melainkan juga orang tuaku “ yang ke tiga “ setelah orang tuaku, kakek-neneku. Disana aku menemukan sedikit nuansa berbeda dengan yang selama ini aku rasakan. Bapak Ach. Rusiwan dan Ibu Sawen yang ku hormati, kusayangidan kubanggakan. Do’a dan restumu menjadi modal kebahagian kami.

Tentang arto9001

alamat : Desa Tambaknegara kec. Rawalo Kab. Banyumas
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s